twenty seven

2040 Words

.... Suara knop pintu yang di buka, bisa saja menjadi perhatian banyak orang yang mendengar dan melihatnya. Namun, tidak berpengaruh untuk satu ruangan ini. Salah satu ruang inap yang terasa sunyi dan sepi karena pasien yang di rawatnya masih setia tertidur pulas. Sampai sesungging senyuman getir tergambar jelas di kedua sudut bibir orang yang baru saja masuk melangkahkan kakinya kedalam kamar ini. "Sayang sekali, musuh terbesarku saat ini sedang tidak berdaya sama sekali." gumamnya perlahan, hingga beberapa langkah mulai mendekat kearah bangkar. Tangannya sudah terulur, entah akan hinggap kemana. Decakan kesal berulang kali terdengar. "Aku sudah menanti untuk bisa menyakitimu, keluargamu, dan satu lagi.. Mantan tercintaku." Tangan itu.. Berhenti diarah jarum impus yang masih be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD