36. PUPUS

1610 Words

Cowok yang sedang membawa satu kotak kardus yang berisi dua cup coffe mocca, Ia tenteng sambil pandangannya beredar di sekitar taman belakang kampusnya. Hawa dingin sudah menghiasi kesehariannya 5 tahun terakhir ini, hidup di negara dengan empat musim membuatnya mulai beradaptasi. Langkahnya memelan mencari seseorang, senyumnya mengembang ketika laki-laki paruh baya sedang menatap kosong danau dari tepi. Danau yang tampak tenang namun menghayutkan layaknya sosok yang pendiam dengan ilmu yang begitu tinggi. "Prof!" Sapanya pada lelaki paruh baya dengan blazzer abu-abu dengan rintikan salju memenuhi permukaannya. "Oh, kamu Bagas!" Ucap Prof Pattison pada sapaan murid dari luar negerinya itu. Professor menggeser letak duduknya memberikan ruang untuk Bagas duduk bersanding di sampingnya. B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD