jendela tanpa etalase itu mulai meniupkan dinginnya embun pagi ke sebuah kamar yang berukuran tak terlalu besar, membangunkan dua sejoli yang sedang berpelukan untuk menghemat tempat tidur yang sebenarnya tak muat. Hanya mata yang terpejam namun mulai risau merasakan sengatan sang fajar di pagi hari, sedangkan sosok bertubuh kecil dalam dekapannya justru semakin merapatkan wajahnya ke d**a bidang mencari zona nyaman. Adam membuka matanya di rasa nyawanya sudah terkumpul semua namun cowok itu tak beranjak ataupun bergeser sedikitpun. Membiarkan Dea terlelap dalam pelukannya. "Ya, bangun nape sih!" Bisik Adam pada Dea dengan nada sedikit geram yang terlihat di buat-buat. Dea membuka matanya menggeser tangan kekar Adam yang bertengger di pinggangnya, dengan mata yang masih terpejam cewek

