Suasana kediaman kali ini begitu tenang. Tidak ada Lien yang berulah seperti biasanya sampai-sampai Kaisar Chun keheranan. Meski heran, pria itu tidak menanyakannya secara langsung karena takut menjadi malapetaka untuk dirinya sendiri. Tatapannya tertuju lurus pada Lien yang sedang melahap pelan buah apel. Tidak pernah bosan dia melihat wajah cantik istrinya. Kaisar Chun harap, dia selalu bisa melihat wajah cantik istrinya. Begitu pun dengan anaknya. Ia ingin melihat anaknya dan Lien. Tidak masalah perempuan atau laki-lakinya. Yang terpenting, anaknya lahir dengan selamat. Pasti sangat menyenangkan bermain dengan anaknya nanti. Pasti sangat menyenangkan ada yang memanggilnya ayah. Pasti sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama anaknya. Lengkap dengan Lien tentunya. Di tengah kehe

