"Perkenalkan, dia selir baruku mulai sekarang." Di hadapan semua keluarganya, Pangeran Zhen mengenalkan selir barunya. "Namanya Pi Lou." Xi Juan sudah emosi. Saat dia sedang mengandung pun Pangeran Zhen tega mengambil istri lain. Benar-benar b******k, pikirnya. "Tidak apa 'kan aku mengambil selir?" tanya Pangeran Zhen ke Xi Juan. Xi Juan memang emosi tingkat dewa tapi dia tetap memasang wajah manisnya. "Tentu saja tidak apa-apa. Kau bebas mengambil istri berapa pun yang kau mau bahkan sampai membentuk desa kecil pun tidak apa-apa." Tapi ucapannya sangat sarkas. "Syukur lah kalau begitu." Lien menatap prihatin sahabatnya. Ketika Xi Juan menatapnya juga, Lien tersenyum, memberi semangat. "Kau jangan sampai seperti Pangeran Zhen kalau tidak ingin milikmu itu kupotong." bisik Lien di te

