Part 25

1000 Words

Di luar sana, matahari bersinar begitu menantang. Para pengawal dan pelayan yang berlalu lalang terlihat mengusap peluh mereka sesekali. Namun, hal itu bukan menjadi halangan bagi mereka untuk melaksanakan tugas dengan baik. Berbeda halnya dengan Lien yang tertidur lelap di dalam pelukan Kaisar Chun tanpa merasa terganggu sedikit pun oleh cuaca di luar. Meski begitu, keringat tetap terbit di sekitar dahi dan lehernya. Tanpa merasa jijik sedikit pun, Kaisar Chun membersihkan keringat Lien dengan tangannya. Menatap wajah cantik perempuan yang di cintainya dalam diam. Bibir tipis Lien sedikit terbuka hingga Kaisar Chun mengusap bagian bawah bibir itu sembari tersenyum kecil. Bibir ini, bibir yang sering menciumnya dulu. Bibir yang di ciumnya habis-habisan tadi malam. Entah kenapa, bibir i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD