Peran Orang Tua

854 Words

Viona kini telah berada di depan lobby Relife Publisher. Ia menatap lurus ke arah resepsionis yang melihat kedatangannya. Tanpa dikomando lagi ia segera menyambut wanita cantik itu. "Selamat datang, Bu Viona. Pak Racka sudah menunggu Anda di ruangannya," ucap resepsionis itu sembari tersenyum. "Baik. Bantu aku membawa parcel itu!" titah Viona dengan tegas kepada resepsionis. Resepsionis itu menelan salivanya sendiri. Ya, mau tidak mau harus menuruti keinginan tamu dengan baik. Itu juga merupakan bagian dari motonya, yakni melayani dengan sepenuh hati. Walaupun ia tampak kesusahan membawa parcel berukuran besar itu sendirian. Bahkan petugas keamanan di depan pintu tidak berniat membantunya. Viona memasuki ruangan Racka dengan wajah cemberut. Didampingi oleh resepsionis yang tampak sanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD