"Dokter,Raline!" ucap Nadira tidak percaya bertemu dengan dokter yang selama ini berjasa di dalam hidup Nadira. "Ya ampun, Nadira, kamu apa kabar?" tanya Raline dengan tatapan senang. wanita itu mendekati Nadira lalu memegang kedua pundak Nadira. Nadira mengerjabkan matanya menatap Raline yang menyambutnya ramah dengan senyum di wajah cantiknya. "Baik, Dokter. Dokter Raline sendiri apa kabar?" tanya Nadira membuat Raline merangkulnya dan membawanya keluar menjauhi toilet. "Baik, kamu sendiri bagaimana? Apa kegiatan kamu sekarang?" Nadira tersenyum canggung menatap Raline, Nadira masih memiliki hutang pada wanita itu. Mengapa Raline masih juga baik dan ramah padanya. "Aku bekerja dan sibuk kuliah, Dok." jawab Nadira dengan senyum tipis. "Kuliah? Bagus dong." jawab Raline merasa senan

