Part 22

1704 Words

Nadira kembali ke rumah sakit tanpa membawa barang apapun dari rumah itu. Ia juga merasa malu dengan bertemu Nur hari ini, Nadira memegang bibirnya yang terasa perih. Ia merasa sedih dengan keadaannya saat ini hingga bertemu Nur saja tidak leluasa. Nadira melangkah dengan langkah lesu menuju ruangan ayahnya. Ia tidak perduli bagaimana tanggapan Raline nanti jika bertemu dengannya dengan keadaan wajah seperti ini. Ia tidak memiliki semangat apapun saat ini, Nadira hanya bisa meneteskan air matanya di sepanjang perjalanan ke rumah sakit. Bingung, khawatir, takut, cemas, sedih, bahkan semua bercampur menjadi satu. Ia tidak cukup kuat menghadapi semua ini. Ia bahkan harus segera kembali ke rumah sakit untuk keselamatan ayahnya. Nadira tiba di rumah sakit dengan luka lebam di sudut bibirnya kar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD