31

788 Words

Sudah hampir satu jam Raina masih duduk diam didalam kamarnya yang sudah dihiasi berbagai pernak pernik . Bahkan ranjang yang ia duduki sekarang dihias secantik mungkin , ia menelan ludahnya sendiri membayangkan jika nanti malam akan tidur bersama Devan . Iya Devan . Bukan Billy . Raina merasa belum sanggup . Pandangannya lurus kearah kaca , memperhatikan dirinya yang kini dibalut gaun pernikahan berwarna peach yang kelihatan sangat cocok dengan warna kulitnya . Ditambah beberapa hiasan wajah yang tidak terlalu tebal agar memberi kesan natural .  Beberapa kali perias bolak balik ke dalam kamarnya untuk memastikan penampilan Raina tetap baik , mungkin biar gak malu nanti didepan banyak orang . Billy ... Apa dia datang ? Itu yang justru Raina pikirkan .  Bolehkan ia berharap jika Bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD