Malam sudah semakin larut, namun Astrid tak kunjung bisa menempatkan dirinya dalam posisi tidur yang nyaman. Bahkan, sudah berkali-kali Grace yang tidur di ranjang sebelahnya terbangun karena Astrid yang sedikit ribut. Ranjang Astrid kembali bergerak ke sana sini, dan menimbulkan suara yang kali ini semakin tidak nyaman. Astrid memutuskan untuk duduk di ranjangnya, tangannya meraih jaket hitamnya, lalu memutuskan untuk keluar mengendap-endap. Namun baru saja kaki Astrid tiba di depan pintu ruangan, ia terkejut mendapati Matthew yang juga terlihat seperti orang ling lung di depan pintunya. “Matt?” “Gue…gue gak bisa tidur!” Wajah Matthew memerah mengatakan hal itu. Astrid ingin bertanya lebih lanjut, namun suara langkah kaki di arah yang berlawanan di lorong membuat mereka berdua saling

