Luna muncul dengan Tuan Zeus, sambil membawakan benda-benda aneh yang berada di ruangan lelaki tua itu sebelumnya. Tatapan Astrid tidak bisa lepas dari benda itu, rasanya dia ingin melihat semua benda itu lebih dulu. “Kau darimana saja, aku mencarimu kemana-mana, Luna!” Mata menghampiri gadis itu, bahkan sebelum mereka tiba di anak tangga pertama, “apa tadi aku melakukan kesalahan? Padahal aku hanya memberikan perasaan senang karena kau baik-baik saja, apa karena itu kau jadi merasa tidak senang padaku, Luna?” Wajah Luna kembali memerah, seolah dia baru saja terpergok sedang mengintip seseorang. Luna berusaha untuk tenang, dan tidak terbawa suasana. Bibirnya melengkung dan membentuk sebuah senyuman indah. “Tidak…” ujarnya, “kenapa kau harus melakukan kesalahan? Tadi itu aku hanya terbur

