30. My Cinderella Man

1143 Words

“Apa kamu datang dengan kereta kencana?” tanyaku iseng saat kami sedang berdansa mengikuti alunan musik.                         “Tentu saja, bukannya Cinderella datang ke pesta dansa dengan menaiki kereta labunya,” sarkas Ardo.             Aku tergelak lantas terdiam ketika teringat bahwa kami sedang perang dingin.  “Baguslah, pekerjaan Jibril memang top!”             Ardo mendengus mendengar komentarku, tapi dia tak menanggapi ucapanku.  Sesaat kami berdiam diri, dan terus saling menatap dikala kami berdansa.  Lama kelamaan aku yang tak tahan untuk membuka pembicaraan.  Ada sesuatu yang membuatku heran.             “Aneh, mengapa Dad bisa secepat itu percaya kalau kamu adalah Pangeran Leonardo de Lafoya?  Padahal kupikir aku harus menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi disertai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD