23. Menikmati Malam Bersama

1042 Words

Begitu kami berada jauh diluar hotel, bodyguard yang disewa Jibril berpamitan pergi.   Lega rasanya bisa berduaan dengan Ardo, karena kini ia kembali seperti Ardoku yang dulu.  Ardoku?  Mengapa aku merasa memilikinya?  Tentu saja, dia supirku!  Juga kekasih gelapku.             Aku mengalungkan lenganku ke lengannya yang tengah berkacak pinggang.              “Kita mau kemana, Bos?”               Ardo tertawa malu, “Jangan menyindirku, Bella.  Aku bertingkah begitu karena kau yang memintaku berperan seperti pangeran yang arogan itu.”             “Aku memintamu menjadi pangeran, tapi sebetulnya tak perlu searogan itu,” desisku sebal, kucubit pinggangnya gemas.  Dia meringis kecil.             “Tapi Sayang, Pangeran Leonardo memang arogan,” kilahnya.             “Tahu darimana kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD