35. Si b******k kembali hadir

1172 Words

Aku berusaha melupakannya, tapi tak bisa.              Semakin ingin melupakannya, semakin sering aku memimpikan atau membayangkannya.  Duh, aku frustasi.  Wajahku sering masam tanpa kusadari, ternyata Dad memperhatikan hal itu.             “Duh, yang sewot karena tak diapelin kekasihnya,” goda Dad.  Saat ini kami sedang menikmati sarapan bersama.  Hanya kami berdua, ibu dan saudara tiriku entah kemana.             Apa yang dimaksud Dad .. Dion?  Memang belakangan ini pria ini tak pernah muncul ke rumah kami.    Sebal!  Dad masih saja berusaha menjodohkan kami.             “Tidak, aku tak menghendaki pria yang dimaksud Dad!”             “Betulkah?” Dad mengerling heran.  “Sikapmu tak menunjukkan itu!”             Bibirku mencebik seketika.  “Dad salah paham.  Bella hanya suntuk kar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD