Langit terdiam sejenak ketika melihat sosok Semesta sedang berdiri di depan jendela sambil menatap ke arah luar. Ia merasa sangat senang dapat kembali melihat adiknya yang selama dua hari ini telah menghilang. Dengan kondisi tubuh yang masih lemas dan kepala yang terasa sedikit sakit, Langit bangkit dari kasur. Ia berjalan sempoyongan menghampiri adiknya yang masih anteng menatap ke luar jendela. Ketika dirinya telah sampai di tempat Semesta berdiri, ia langsung memeluk tubuh adiknya itu dari belakang dengan sangat erat. "Esta," kata Langit lirih. Ia mengeratkan pelukannya sembari menempelkan wajahnya di pundak Semesta. Sudah dua hari ia khawatir dengan adik kesayangannya itu dan kini, ia bisa tenang dan kembali memeluknya. "Jangan pergi lagi." Semesta di tempatnya hanya bisa terdiam.

