118. BERTEMU KEMBALI

2375 Words

Langit berjalan di depan, memimpin perjalanan menuju ke halaman belakang rumah. Saudaranya yang lain terlihat hanya mengekori dan menyesuaikan langkah mereka dengan langkahnya yang lebar dan cepat. Sepanjang jalan melewati lorong hingga kini hampir tiba di pintu belakang rumah, Langit terus menggerutu. Ia terus mengumpat dan menyumpahi para tamu yang tidak diundang itu. Surya dan Chandra yang berjalan tepat di belakangnya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar setiap perkataan kasar yang keluar dari mulut Langit. Pria bertubuh tinggi itu kalau sudah marah tidak dapat mengontrol segalanya, termasuk dengan cara bicaranya. Bumi yang sedari tadi mendengarkan ocehan Langit sehingga membuat kupingnya jadi panas, lantas mencoba untuk membuat adiknya itu berhenti. "Tenanglah Langit. Kata-kat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD