Sebagai seorang laki-laki, aku tidak menutup kemungkinan untuk berhubungan lagi dengan seorang perempuan setelah aku gagal menjadi seorang kepala keluarga. Aku tidak pernah menyalahkan Gina atas keputusannya untuk meninggalkan aku –juga anak kami- untuk meneruskan mimpinya. Yang masih ku pertanyakan hingga hari ini adalah, tidakah dia ingin mengajakku dan Adriana untuk menggapai mimpinya? Namun, perasaan itu sudah kutinggal beberapa tahun lalu. Aku tidak ingin mengingatnya kembali, tidak akan juga memaksanya untuk bersama ku. Time change, so do I. Jadi, begitu ku lihat Anna –sepupu dari Gina- sedang melakukan video call dengan temannya, tanpa tahu malu aku langsung meminta nomer kontak gadis itu yang langsung saja di tolak mentah-mentah oleh Anna. Saat itu aku sed

