"Aku ingin kau menjauh dari Justin. Menjauh dari hidup suamiku dan menjauh dari masa depanku. Aku hanya minta itu." Terlihat Avira mengepalkan tangannya, bibirnya terkatup, dan kilatan muncul di matanya. "Kau mengatakan hal itu seolah-olah aku yang sudah mengambil Justin darimu." Avira menyunggingkan senyumnya. Bibirnya terasa kelu. "Aku tidak pernah berpikir seperti itu, ka---" "Tentu saja tidak, karena kaulah yang mengambil Justin dariku. Bertahun-tahun aku hidup sebagai tunangannya, dan berharap bisa menjadi istrinya, tapi itu semua lenyap karena kehadiranmu. Apa lagi yang harus kukatakan? Aku bingung, siapa korban dan tersangka dalam cerita ini?" "Tidak ada korban maupun tersangka, Avira. Tidak ada yang salah dalam cinta ini, hanya saja---" "Hanya saja kenapa? Kau ingin mengatakan

