FFY | S2 - Chapter 37

2102 Words

Tiap kali bola menuju ke arah Poni, Alex selalu memanggil nama Poni seolah memberi tahu Poni untuk bersiap. Dan Ansel yang mendengar itu menjadi tidak senang. Babak pertama berakhir dengan tim Ansel yang lebih unggul 4 poin dari tim Alex. Namun biarpun begitu, Poni dan Alex tidak sedih. Malah, mereka terlihat bahagia. “Aku sudah bilang kan? Aku tidak bisa bermain.” Tina merengek ketika dia dan Poni berdiri di pinggir lapangan di depan net. Di mana banyak botol mineral dingin. Mereka menunggu yang lainnya mengambil minuman dalam antrian. “Santai saja. Ini cuma permainan. Kita tidak sedang melakukan lomba Olimpiade” Di sebelah Poni lainnya ada Alex. “Benar. Jangan terlalu khawatir. Menang atau tidak bukan masalah.” Kerumunan di depannya mulai bubar dan Poni kemudian mengambil botol untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD