Pagi tiba, sambil menyiapkan sarapan untuk dia dan Ansel, Poni sedang melakukan panggilan. “Complicated...” Bella mendesah di seberang telepon membuat Poni ikutan mendesah. “Yeah...” “Jika aku di sana kemarin, aku akan merekamnya dan mengirimkannya kepada makhluk terkutuk itu lalu meminta tebusan supaya citranya tidak jatuh di mata publik. Bisa-bisanya dia mencerca sahabatku!” gerutu Bella membuat Poni tersenyum tipis. “Lalu, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?” “Entahlah... Ansel tidak pernah mengatakan apapun yang ada di kepalanya. Maksudku dia hanya menyuruhku untuk tenang dan tidak memikirkannya. Tapi, segalanya semakin kacau.” “Hey, don't be sad. Mungkin saja Ansel memang tidak ingin melakukan apapun.” Mungkin saja, artinya selalu, “Ada kemungkinan lainnya.” “Yah kemungk

