FFY | S2 - Chapter 23

2395 Words

Di dalam mobil Ansel, Poni memainkan tangannya dengan gelisah. Sesekali ia akan menggigit bibir bawahnya dan melirik Ansel. Kemudian kembali menatap ke depan. Hal itu tidak lepas dari Ansel. Dia hanya tersenyum tipis dan membiarkannya begitu saja. Dan akhirnya, Poni yang sudah tidak bisa bersabar lebih lama lagi mulai membuka suaranya, “Kenapa Anda tidak memberi saya tugas hari ini? Kemarin sore juga begitu. Apakah karena keluhan saya pagi kemarin?” Poni membasahi bibirnya sebentar lalu menatap Ansel. “Begini, saya tahu saya salah, kasar, tidak sopan dan memiliki kelakuan yang buruk. Seharusnya saya mengatakan segalanya dengan baik-baik, tanpa berteriak dan membentak Anda. Saya tahu saya sudah menyakiti perasaan Anda sebagai atasan saya. Saya benar-benar menyesal setelah hari itu, perc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD