FFY | S2 - Chapter 40

1901 Words

Poni mencoba menggeliat berusaha melepaskan pelukan Ansel namun pria itu menahan tubuhnya dengan kuat. “Jangan bergerak.” “Aku bisa berenang jadi lepaskan aku!” Ansel mendengarkan perkataan Poni. Dan Poni kemudian berenang ke tepi. Dia bahkan naik dengan mudah tanpa bantuan Ansel. Dengan pakaian basah, Ansel mendongak ke atas dan memikirkan lahan terjal di atasnya. Mereka mana mungkin bisa memanjat ke atas. Lagi pula ini sudah malam. Ansel melirik kanan kiri hutan tersebut yang tidak ada rumah atau gubuk di sekitarnya. Ia kemudian melirik Poni. Wanita itu memegang ponselnya yang basah. Menyalakannya, ternyata ponselnya kehabisan baterai. Ia mengumpat. “Dammit.” Poni menatap Ansel. Melihat sikap tenang pria itu yang memandang segala penjuru arah hutan yang gelap dan memegang senter ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD