Tiba-tiba ada panggilan dari Erlin pada dini hari. Gadis ini memang sempat mengisi hari-hariku beberapa waktu lalu. Dia mampu memberikan rasa nyaman saat sedang suntuk. Terlebih jika hati dongkol karena Winda yang tidak pernah mengerti kesenanganku. "Luar biasa. Tidak kusangka ada gadis cantik yang suka tarung ayam," pujiku saat membuka percakapan pertama kali bertemu. Ya, siapa sangka kegiatan yang selama ini banyak dibenci para wanita ternyata disukai oleh salah satu dari mereka. Erlin benar-benar antusias ketika menyoraki pertarungan. Benar-benar terlihat sangat memahami dan menjiwai. Aku sangat menyukainya. Bersama Erlin duniaku terasa sejalan. "Memangnya hanya laki-laki saja yang boleh? Bahkan petarung manusia pun ada yang perempuan," responnya sambil tersenyum hangat. Aku suka

