Bara POV Hari ini pertengahan minggu, dan kebetulan Bara sedang senggang jadi bisa pulang lebih cepat dari biasa. Ia lalu memutuskan untuk menginap di apartemen lamanya di Kalibata City, sekaligus mengecek gerai eskrimnya yang sudah buka beberapa bulan ke belakang. Suasana gerai es krimnya selalu ramai sejak baru buka, selain karena mengusung namanya, juga karena menurut para food reviewer, menunya yang enak dan unik. Malam ini pun gerainya itu ramai, dan Bara sudah berencana akan buka lagi gerai baru di mall lain di Jakarta. Bara memperhatikan suasana gerai itu dari salah satu sudut ruangan, menggunakan masker dan kacamata seperti biasa. Iseng, ia menghubungi salah satu sobat barunya di Kalibata City. “Hei Bro!” Suara Rasyid menyapanya ceria saat teleponnya diangkat. “Syid, dimana lo?

