Affan POV Affan sedang menonton TV di ruang tengah, saat kantuknya melanda. Setelah mematikan TV, ia lalu berjalan ke arah kamar yang ditempati Kana, menempelkan telinganya ke pintu. Tidak terdengar suara apapun, selain suara hujan di luar. Sepertinya Kana sudah tidur. Affan menghela nafas lega, lalu masuk ke kamarnya sendiri. Affan masih tak menyangka, Kana sedang berada di apartemennya malam ini dan menginap. Setelah sekian lama ia memendam perasaannya, tapi ia tahan karena statusnya dan status Kana yang sama-sama punya seseorang, kini rasanya perasaan itu terbangun lagi. Apalagi teringat kacaunya Kana tadi saat tak sengaja bertemu dengannya di stasiun. Gadis itu terlihat habis menangis, matanya bengkak. Affan bisa melihat pergelangan tangannya memerah. Ntah apa yang pacarnya itu laku

