EPISODE 1 : Mimpi Layla (Layla's dream).
Hujan gerimis membasahi atap rumah Layla. Di kamarnya yang kecil, Layla duduk di meja belajar sederhana.
Di depannya, dua buku terbuka: Al-Quran kesayangannya, dan buku pelajaran Bahasa Inggris yang baru. Layla bingung.
Dia sayang banget sama Al-Quran, tapi dia juga pengen bisa Bahasa Inggris biar bisa kuliah.
Layla tinggal di desa kecil di kaki gunung. Kehidupan di desa tenang dan sederhana. Dia dekat sama keluarganya dan tetangganya.
Tradisi dan agamanya kuat di sini. Tapi dia juga ingin melihat dunia yang lebih luas, ingin belajar banyak hal.
Temannya, Pangestu, datang membawa teh hangat. Pangestu anak desa yang baik hati dan selalu mendukung Layla.
"Masih mikirin itu? "tanya Pangestu.
Layla mengangguk. "Aku bingung, Tu. Bahasa Arab itu bagian dari diriku. Tapi Bahasa Inggris itu kunci masa depanku. Aku takut kalau harus milih salah satu."
Pangestu tersenyum. "Layla, kita kan pernah ngobrol soal orang yang bisa dua bahasa? Mereka lebih pintar dan lebih banyak kesempatannya. Dua-duanya penting kok."
Layla masih ragu.
"Tapi rasanya, aku harus milih. Kalau fokus ke Bahasa Inggris, aku takut melupakan Al-Quran.Kalau fokus ke Al-Quran, aku takut ketinggalan kesempatan."
"Enggak harus begitu," kata Pangestu. "Lihat, Al-Quran itu indah, penuh hikmah. Bahasa Inggris itu juga hebat, bisa membuka banyak pintu. Keduanya bisa jadi kekuatanmu."
Pangestu membuka Al-Quran.
"Ayat ini, Layla. Bayangkan, kamu bisa mengerti maknanya lebih dalam kalau kamu bisa baca terjemahannya dalam Bahasa Inggris, terus kamu bisa jelasin maknanya ke orang lain."
Layla berpikir. Untuk pertama kalinya, dia melihat dua jalan yang bisa disatukan, bukan dipisahkan. Bahasa Arab sebagai akarnya, Bahasa Inggris sebagai sayapnya.
"Mungkin... mungkin kamu benar, Tu," kata Layla. "Aku nggak perlu milih. Aku bisa belajar dua-duanya. Aku bisa pakai keduanya untuk meraih cita-citaku."
Hujan makin deras. Tapi di hati Layla, ada secercah harapan. Jalannya masih panjang, tapi dia sudah siap melangkah.
Dia akan belajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, menggabungkan tradisi dan modernitas, untuk menjadi dirinya yang terbaik.