BAB 45 – Melarikan Diri

1479 Words

Lelah ... Windy telah lelah menangis. Netranya menatap tajam sosok Putra yang tengah tertidur dengan pulas. Benci ... Itu yang ia rasakan, kini. Sudah tak ada lagi keinginan untuk memperbaiki. Kekerasan yang baru saja di lakukan Putra, cukup membuatnya mati rasa. Windy begitu takut, dirinya akan mendapat penyakit berbahaya jika tetap bersama suaminya itu. Hubungan badan yang tidak normal dan begitu menyakitkan. Kelakuan yang di haramkan dalam agama. Windy begitu tersiksa. Dengan tertatih, wanita itu bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Ia harus pergi, membawa anak-anaknya dari pria keji. Windy berjongkok dan mulai mengeluarkan air seni. Tubuhnya bergetar hebat, menahan rasa sakit tatkala air seni itu mengenai luka demi luka pada organ intimnya. Ya Allah ... Win

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD