"Apa itu normal? Milena, tak ada orang yang tanpa alasan kuat membenci seseorang sampai seperti itu. Apalagi ini pertemuan pertama kali!" nada suara dr. Ames terdengar cemas, tubuhnya menegang. Saat itulah Milena benar-benar menyadari jika Max orang yang berbahaya dan jauh dari normal. Bulu kuduknya kembali meremang. "Berjanjilah padaku kau tak akan mengatakan hal ini pada siapapun, dokter Ames. Utamanya pada David" ia melempar tatapan tajam, bibirnya terkatup rapat. "Itu ide buruk." "Kita belum tahu itu." Mereka berdua terdiam. Ada jeda sejenak, lalu Milena berdeham sekali dan berkata, "soal David. Apa aku bisa memasuki hatinya, anggaplah ia memiliki luka masa lalu akan cinta, apa aku punya peluang meski hanya secuil debu?" kerongkongannya kering saat mengatakan itu. Dokter Ame

