BAB 11 Pria Bermuka Dua (4)

634 Words

"Apa kau sudah selesai?" Sebelah kening Milena terangkat, berusaha menahan murka. Max hanya mengedikkan bahu, nyengir. "Apa maumu?" Ia nyaris memekik. Max terdiam. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun. Pandangan mata Max seolah-olah menggerogoti jiwanya. Itu membuat Milena merasa ngeri. "Bukankah sudah jelas? Jauhi. David." Cara Max mengatakannya memang terdengar lembut, tapi tajam dan mengancam. "Ada apa, sih, denganmu? Aku baru mengenalmu!" geram Milena, "awalnya kau bersikap baik dan ramah, kemudian kau berubah seperti orang kerasukan! Aku tak mengerti!" "Kau tak usah mengerti semua hal, cukup hentikan sandiwaramu dan jauhi David. Itu saja!" Ia mengerucutkan bibir, bermasa bodoh kali ini. Dengan santai ia melanjutkan santapannya. Milena hanya bisa mendengus tak percaya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD