Bab 14 Pria Berbahaya vs Sang Peri 1

2054 Words

Milena sulit memejamkan mata, tidurnya jadi agak larut. Saat ia membuka mata di pagi hari, jam di dinding sudah menunjukkan nyaris pukul sepuluh. Cahaya matahari menerpa dinding ruangannya, rupanya ia tak menutup gordennya semalam, terlalu sibuk berpikir. Tak ada mimpi apa pun yang datang padanya. Kecuali satu, meski matanya telah terbuka lebar, perwujudan mimpi buruk itu masih ada dan nyata: Max! Kedua matanya memandang Milena dengan sorot mata haus darah, ingin menerkamnya hingga menjadi potongan-potongan kecil. Napas Milena berhenti, menelan ludah pun tak sanggup. Kedua tangannya gemetar. Meragukan dirinya sendiri telah terbangun dari mimpi, ia menutup mata kuat-kuat lalu membukanya kembali, tapi sosok itu masih ada di sana. Keringat dingin menyelimutinya. Ini salah! Ini salah! pekik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD