Danisa menatap mata Ethan dalam-dalam. Dalam hatinya, masih ada cinta yang kuat, tetapi juga ketakutan akan apa yang bisa terjadi selanjutnya. Apa yang harus dia percayai? Apakah kata-kata Ethan benar-benar bisa membawa kedamaian, ataukah itu hanya janji kosong? “Aku takut, Ethan. Aku takut kamu akan mengecewakanku lagi.” Ethan tampak hancur mendengar kata-kata itu. “Aku tidak akan mengecewakanmu lagi, Danisa. Aku bersumpah. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu merasa aman. Kamu bisa mempercayai aku.” Danisa menghela napas panjang, merasa kelelahan. Setiap pilihan seolah membawa rasa sakit yang baru. Dia tahu bahwa dia harus membuat keputusan penting, keputusan yang akan menentukan apakah hubungan mereka bisa bertahan atau tidak. Setelah beberapa detik hening, Danisa akhirnya berk

