Beberapa hari kemudian, Danisa merasa perutnya semakin berat. Kehamilan yang awalnya terasa ringan kini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Terkadang, rasa sakit di punggungnya membuatnya merasa tak nyaman sepanjang hari. Namun, meskipun ia merasa lelah, Danisa berusaha untuk tetap tersenyum ketika Ethan pulang. Suatu malam, setelah makan malam yang sederhana, Ethan mendekati Danisa dengan ekspresi serius. "Ada yang perlu aku bicarakan," katanya, suaranya lebih rendah dari biasanya. Danisa menatap suaminya, merasakan ketegangan yang tiba-tiba muncul di udara. "Apa yang terjadi, Ethan?" Ethan duduk di sampingnya, meraih tangannya. "Aku... Aku merasa ada yang salah dengan kita. Aku tahu kita sudah berusaha keras, tapi aku takut kamu merasa tertekan dengan semua yang terjadi." Danis

