Manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan. Itulah kehidupan, setiap orang bisa bermimpi dan merencanakan banyak hal, tapi apa yang terjadi hanya atas izin Tuhan. Begitu pula dengan jalan hidup Danisa. Wanita yang tak pernah neko-neko, mencintai satu pria sejak dia duduk di bangku kuliah, lalu menikah. Lamanya perkenalan dan hubungan mereka tak menjamin cinta mereka akan bertahan hingga maut memisahkan. Nyatanya, Agus yang dulu sangat mencintai Danisa, malah melukai hati wanita itu dengan berselingkuh. Lalu, bagaimana dengan Ethan? Apakah pria itu benar mencintai Danisa? Bagaimana kalau tidak? Ucapan Mei tadi siang terus terngiang di benak Danisa. Malam itu dia hanya melamun dan melamun. Tak ada Ethan, pria itu sudah pamit untuk sibuk dengan pekerjaannya, entah itu benar atau h

