Ayahnya Elil

1550 Words

Bagai cahaya yang menyinari dunianya, pelukan hangat dari ayah. Permintaan maafnya, serta bando yang diberikan. Semuanya terasa menghapus rasa sedih dan kecewa. Harapan untuk menghabiskan waktu bersama sampai ramadhan kembali bersinar. Cheril senang dan sekarang memberikan senyum terbaiknya untuk Ayah. "Ayo pulang," ucap Rizal. Cheril mengangguk, bocah itu menoleh ke belakang. Ada Husna yang mengamati mereka. Melihat dengan rasa terharu, lalu memberikan senyum. "Makasih sudah menemani Cheril." Kata Rizal. "Asih Tante." "Sama-sama, kalian hati-hati di jalan." Rizal mengangkat Cheril, menggendong bocah itu keluar rumah dengan tangan kanan. Sementara tangan kirinya memegang tote bag putih berisi bando. Semalaman tidak tidur, mencari toko yang buka bahkan membangunkan kenalannya. M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD