“Abby…masih adakah pertanyaan darimu terkait pekerjaanku??” tanya si om suami karena aku diam saja menyimak ceritanya. Aku menggeleng. “Sekarang aja kepalaku malah pusing karena aku tidak ngerti selain aku mengerti dengan pasti kalo aku punya suami kaya raya, atau malah crazy rich” jawabku. Sontak si om suami menciumi wajahku dengan mode gemas. “Apakah karena alasan tadi bisa kamu jadikan alasan untuk kamu bertahan jadi istriku selamanya?, karena seperti yang aku janjikan sebelumnya, kalo semua yang aku punya nantinya akan jadi milikmu Abby” jawabnya sambil menatapku. “Hmm…aku pertimbangkan nanti” jawabku. Dia lalu mengerutkan dahinya menatapku. “Kamu tidak mau atau tidak butuh uangku?” tanyanya. “Butuh, dan selalu butuh, tapi kalo kamu berikan uangmu padaku sebagai bentuk tanggung

