35. Kencan pertama?

1599 Words

"Haish, anak ini!" Vitta mendesah berat, menaruh kembali tas miliknya ke atas bangku padahal tadi dia sudah siap untuk bangun meninggalkan temannya yang lain karena harus menjemput Anyelir. "Engga jadi pergi lo?" Bierce, temannya yang berperawakan tinggi, bule lokal keturunan campuran Medan-Australia yang sudah tinggal di Indonesia semenjak lahir itu, bertanya dengan heran. Vitta mengangguk, mengambil minuman milik Moza, temannya yang lain dengan santai dan dihadiahi u*****n kesal dari temannya itu. "Sepupu gue bilang katanya engga usah jemput, padahal Kakak gue udah wanti-wanti supaya gue jemput sepupu gue itu," jawabnya. Beberapa saat yang lalu Anyelir mengatakan bahwa dirinya ada tugas yang harus dikerjakan bersama temannya dan meminta agar Vitta tidak usah menjemputnya. Padahal tad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD