Part 49

1857 Words

“Ini kunci kos. Jangan berantakin tempatnya! Dateng, tidur, makan, terus kerja! Jangan bawa cewek! Lu berdua baru cukup umur untuk begituan, jangan sampai hal begituan terjadi!” Reihan yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum nakal. Dia tahu hal yang dibicarakan oleh Ervan. Tentu hal-hal yang menjurus ke arah seksual. “Alah, lu nggak usah khawatir, Bang! Reval lebih tahu!” “Hei! Jangan asal ngomong!” pekik Reval yang kemudian tertawa. “Kalau lu udah sering begituan, jangan bawa-bawa nama gua! Asal lu tahu aja, gua masih perjaka,” tambahnya. Ya, tentu saja itu benar. Reval tidak pernah senakal Reihan. Dia hanya nakal karena terpaksa, bekerja menjadi penjahat karena terpaksa. Ada hal yang harus dia bayar juga sebagai konsekuensi pekerjaannya. Satu hal yang memang terlihat dari sudu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD