Part 43

1893 Words

Semalaman Revan tidak tidur di kamarnya. Dia tidak tega melihat saudaranya yang kesakitan bahkan sampai menyiksa dirinya sendiri. Takut kalau hal itu akan terjadi, membuat Revan mau tidak mau tetap terjaga di kamar adiknya. Terkadang matanya sedikit memejam, kemudian kembali terbuka karena terkejut. Melihat keadaan saudaranya yang sakit kepala sampai separah itu. Dia tahu tentang penyakit Reval, hanya saja dia tidak tahu kalau akan separah ini. Membenturkan kepala, bahkan sampai berteriak kesakitan. Padahal Revan pikir hanya sakit biasa yang bisa ditahan. Keadaan di kamar ini sangat berbeda. Dinginnya beda dengan kamar Revan yang dilengkapi mesin pendingin ruangan. Kamar adiknya justru dingin karena jarang masuk sinar matahari dan tanpa disertai alas selain ubin di rumah. Membuat Revan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD