Oke ada berapa banyak lagi kejutan yang harus Lita dapatkan malam ini?!.
Setelah insident di bohongi, di jebak oleh Lola, lalu akan dijual, ingin diperkosa dan sekarang bertemu dengan Papa mantan kekasihnya.
"Om?"
Lita jelas tercekat saat dia sadar siapa laki-laki yang ada di sampingnya tersebut, mana dia tahu mobil yang dia naiki adalah mobil papa mantan kekasihnya, lebih tepatnya calon mertuanya yang tidak jadi.
Laki-laki itu kemarin begitu dekat dengan nya tapi tidak dekat dengan putra nya, hubungan buruk antara ayah dan anak karena sifat Mike yang di anggap kurang beradap sejak bergaul dengan teman-teman nya.
Ah lupakan saja, apa urusannya dengan Lita.
"Siapa mereka?"Laki-laki berusia hampir 40 tahunan itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Oh Tuhan kenapa type sugar daddy begini gentayangan di malam hari? apakah dia lupa jalan pulang?!.
Batin Lita sambil menatap laki-laki tampan disamping nya itu.
Entahlah, sejak awal bertemu dia memang begitu menyukai wajah tampan dengan tubuh kotak-kotak serba berbulu-bulu tersebut.
Begitu sempurna dan belakangan menjadi trending topik untuk gadis-gadis muda seumuran mereka.
Bayangkan bagaimana rasanya memeluk laki-laki itu, menyentuh perut kotak-kotak nya, menyentuh bulu-bulu di sepanjang tubuhnya, wajah yang ditumbuhi bulu-bulu halus, bibir indah yang begitu menggoda, otot kekar, aroma yang Akhhh bagaimana mengatakan nya?.
Oh god, kenapa tiba-tiba Lita merasa begitu berhasrat?, Seolah-olah ada dorongan kuat untuk menerkam laki-laki sempurna dihadapan nya tersebut.
"Lita?"Saat suara laki-laki itu mengejutkan pemikiran nya, seketika Lita tersadar dari otak kotor nya.
"Om cepat bawa aku kabur dari sini"Pekik Lita cepat saat dia ingat dan sadar Beberapa orang mencoba untuk terus mengejar mereka.
"Seseorang menjebak ku, mereka ingin menjual ku"Ucap Lita lagi.
"Apa?"Laki-laki itu jelas mengerutkan keningnya.
Dia menoleh kearah Lita sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Seolah-olah ucapan Lita menjadi pengaruh dalam dirinya untuk memacu kecepatan agar segera menjauh dari sana.
"Menjebak? siapa?"
Saat laki-laki itu bertanya soal itu, tidak tahu kenapa Lita merasa suara laki-laki itu seolah-olah begitu dekat dibalik telinga nya, terdengar begitu seksi dan menggoda.
Otak gadis itu kembali merasa tidak sinkronisasi.
Dan dia merasa tubuhnya memanas.
Gadis itu mencoba untuk menarik pakaian nya, dia berusaha untuk membuka sweater miliknya dengan cepat.
"Kenapa disini terasa begitu panas, Om?" Tanya Lita sambil mencoba menyentuh tengkuk nya beberapa kali, wajah nya terasa memerah, dan entahlah semua terasa begitu aneh dan membuat Lita merasa gelisah.
"Kamu kenapa?"Tanya laki-laki disampingnya itu cepat seolah-olah sadar ada yang tidak beres pada gadis muda di samping nya tersebut.
"Apa kamu demam?"Saat dia menanyakan persoalan itu, laki-laki itu langsung menyentuh kening Lita.
Dan seketika seolah-olah ada aliran listrik yang menyambar tubuh nya, sentuhan tangan laki-laki itu menjadi sebuah magnet yang menghantar kan satu gelombang kedalam seluruh anggota tubuh Lita.
Lagi sebuah hasrat seolah-olah menghantam Dirinya, dia merasa terdapat sebuah rangsangan khusus yang menghantam sekujur tubuh nya yang membuat Lita berharap lebih dari sekedar sentuhan didalam tubuhnya.
"Om..."Kali ini suara Lita tiba-tiba berubah.
Gadis itu tahu-tahu mengeluarkan respon aneh dan berusaha untuk menyentuh jemari laki-laki tersebut secara perlahan.
Menyadari keanehan dan perubahan pada suara gadis disampingnya serta gerakan tubuh nya jelas saja membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.
"Apa mereka memberikan kamu sesuatu sebelum nya?"Tanya laki-laki itu kemudian.