Nick, Pria Ke-3

1272 Words

Pagi-pagi buta Alice terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat di balik selimut tebal yang membuatnya tetap hangat meski semalaman tidur tanpa menggunakan sehelai benang pun. Ia berusaha keras mengumpulkan kesadaran dan merasakan kembali berat tubuhnya. Kepalanya masih terasa pening dan saat ia menoleh ke samping sudah tak ada siapa pun. Di sisi ranjang yang kosong itu hanya ada setangkai bunga mawar merah dan secarik kertas. Dengan menahan rasa pening di kepalanya Alice mengambil secarik kertas itu. “Malam ini sangat indah, terima kasih,” begitu kata Owen di dalam secarik kertas itu. Alice pun mengerutkan dahi. Ia benar-benar telah menghabiskan sisa malamnya bersama Owen? Alice lantas mengintip ke dalam selimutnya. Dan benar, ia memang menghabiskan sisa malamnya bersama Owen. Tetapi, kena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD