97 - Flashback - Devian dan Devina.

2012 Words

Dengan gerakan sangat cepat, Lucas meraih ponselnya yang baru saja berdering. "Bagaimana?" tanyanya penasaran sekaligus tidak sabaran. "Kami berhasil menyelamtakan mereka bertiga, Tuan." Perlahan tapi pasti, ketegangan di raut wajah Lucas pun hilang. "Syukurlah," gumamnya dengan perasaan sedikit lega. "Bagaimana keadaan mereka bertiga? Apa mereka terluka?" "Mereka bertiga terluka, tapi tidak parah, Tuan." "Segera bawa mereka semua ke rumah sakit." "Baik, Tuan." "Mulai sekarang, kamu saya tugaskan untuk menjaga mereka semua, Ben. Pastikan mereka tidak kabur!" Lucas tidak mau kehilangan orang yang mungkin saja tahu, siapa dalang dibalik penculikan Brianna. Hanya merekalah satu-satunya harapan Lucas. "Siap, Tuan." Lucas mengucap terima kasih, setelah itu, panggilan pun berakhir.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD