"Kalau aku tidak mau pergi bagaimana?" Stevani menantang tatapan Sean. Stevani benar-benar seperti tidak tahu mau. Sudah ditolak terang-terangan oleh Sean masih saja keras kepala ingin memaksakan kehendaknya "Baiklah kalau itu pilihanmu. Aku akan menelpon polisi. Meminta mereka agar mengusir mu dari sini. Karena kamu sudah mengganggu ketenangan karyawanku dalam bekerja. Jangan sesali pilihanmu. Karirmu adalah taruhannya." Sean mengambil ponsel dari saku celananya. "Baiklah aku pergi! Tapi ini belum selesai, Sean!" Stevani takut Sean melaporkannya kepada polisi. Karena akan berefek kepada nama baiknya "Jangan jadi batu, Stevani. Karirmu lebih berharga daripada mengikuti keinginan dirimu. Aku sudah berulang kali memperingatkan kamu! Jangan sampai aku lelah memperingatkan mu, dan memil

