PART 90 IBRA DAN NIA

1317 Words

"Kita belum salat isya. Sebaiknya kita salat bersama." Kakek mengajak mereka untuk salat isya bersama. "Iya. Ayo, Sayang." Nenek meraih telapak tangan Mia. Mereka mengikuti langkah kakek menuju mushola di rumah itu. Orang tua Nia memang banyak berubah, setelah sempat kehilangan dia beberapa tahun lalu. Anak tunggal mereka kabur dari rumah, karena tidak disetujui menikah dengan ayah Mia. Kejadian yang sangat menyedihkan hati mereka, namun memberikan hikmah yang luar biasa. Sebagai orang tua mereka bisa lebih sabar menghadapi anak mereka. Anak tunggal yang manja. Yang semua keinginannya minta dipenuhi. Namun seiring berjalan waktu, kedewasaan muncul dari sikap Nia. Nia tak lagi suka memaksa. Lebih banyak berpikir dewasa dalam menghadapi sesuatu masalah. Dan sekarang mulai mau membantu ay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD