Mia masih tertawa. "Sahabat jadi mertua itu bagus. Karena pasti mengerti perasaan Abang. Abang tidak perlu memanggil ayah dan ibu pada mereka. Memanggil seperti biasanya saja." Mia setuju kalau kedua sahabat Sean menjadi mertua Sean. Mia Ibra benar-benar menjadi ayah tirinya. Walau ia masih tidak ingat sosok Ibra. "Aku tidak yakin Ibra bersedia menikah lagi." Kepala Sean menggeleng. Karena Ibra pernah berkata tidak berniat untuk menikah lagi. "Memangnya kenapa? Aku lupa bagaimana wajah Pak Ibra." "Masa kamu lupa. Dia pernah ke rumah sakit menengok kamu." Sean mengingatkan Mia kalau Ibra pernah menengok Mia di rumah sakit. "Iya, aku sungguhan lupa. Apa Pak Ibra lebih tua dari Abang?" "Dia sudah punya cucu." "Oh kapan ya aku bisa masuk kerja lagi. Jadi bisa bertemu dengan Pak Ibra.

