Dengan langkah terburu-buru, Affandi menuruni anak tangga basement menuju ke tempat di mana ia memarkirkan kendaraannya. Di senja ini, ia berencana untuk mengunjungi rumah Aninda. Memastikan keadaan ibunya baik-baik saja. "Aku harus gerak cepat nih. Kalau bisa sih sebelum mama berangkat periksa," monolog Affandi seraya melirik arloji mewah yang tetap berada di pergelangan tangannya. Dengan cepat, ia nyalakan mesin kuda besi bertransmisi otomatis itu. Lantas gegas menekan pedal gas. Memungkinkan kendaraan yang Affandi kemudikan berjalan menjauhi kawasan rumah sakit itu. Menuju ke sebuah rumah yang beberapa hari ini tidak ia tempati. Pada saat dalam perjalanan pulang, tak sengaja sepasang netra cokelat Affandi melihat sebuah toko bunga yang menyempil di antara gedung-gedung bertingkat.

