Senna sedang tidak baik-baik saja saat ini, ia terlihat sangat ketakutan dan ia ingin menangis sejadi-jadinya namun ia mencoba untuk menahannya. Bagaimana tidak, ia tidak menyangka jika ia harus melihat Guntur terlihat sangat mengerikan seperti ini. Memukul tanpa ada rasa belas kasihan dan ia takut Guntur akan memukulnya. "Hiks...hiks.." suara tangisan Senna terdengar dan Faiz menghela napasnya. "Fahmi, saya minta kamu membawanya ke ruangan kerja saya yang ada dirumah ini, bukan ke tempat ini!" Ucap Guntur membuat Faiz menggarukkan kepalanya dan ia telah melakukan kesalahan. "Mas..." ucap Senna lagi dan air matanya menetes, hingga ia terlihat sangat ketakutan saat ini. Senna dengan berani memeluk Guntur dari belakang dengan tubuhnya yang bergetar hebat karena ketakutan dan ia ingin Guntu

