Senna baru saja selesai makan siang bersama Guntur , ia berniat untuk kembali ke Kantin mengikuti Guntur, apalagi hari ini jadwal kerjanya tidak ada lagi hari ini dan ia berencana akan mengabiskan waktunya menemani Guntur di Kantor. Tiba-tiba Senna mendapatkan telepon dari Barata dan ia segera mengangkat teleponnya. "Assalamualikum Mas," ucap Senna dan ia meminum segelas air putih lalu menyudahi acara makan makanan penutup. "Waalaikumsalam," ucap Barata dan suaranya terdengar lirih membuat Senna khawatir. "Ada apa Mas?" Tanya Senna. "Siska," ucap Barata dan tenggorokannya teras kering. "Kenapa?" Tanya Senna penasaran apa yang terjadi kepada Siska dan ia merasa perasaannya sedang tidak baik-baik saja saat ini. "Siska di Rumah Sakit, Mas khawatir banget sama Siska. Mas belum sempat ce

