Guntur mendekati orang-orang yang tadi menyerangnya dan ia menatapnya dengan bengis. Lima orang dari mereka terlihat babak belur dan sebenarnya Guntur ingin sekali melenyapkan mereka, hanya saja, ia masih mengingat pesan dari Kakeknya. Jika ia membunuh mereka maka akan ada dendam baru yang muncul, apalagi mereka hanya orang yang bekerja dan mereka memiliki keluarga. "Saya bisa saja membunuh kalian sekarang juga," ucap Guntur menepuk pipi salah satu dari mereka. "Sayang sekali perkerjaan kalian ini untuk membunuh orang, tapi seharusnya kalian juga harus siap dibunuh," ucap Guntur dingin. "Ampun Pak, kami telah memberitahukan kepada Bapak siapa yang menyuruh kami. kami tidak bersalah Pak kami minta maaf, kami hanya mengikuti perintah saja!" Pintanya. Guntur menghela napasnya, benar saja pe

