"Hai Daniel!" ujar Mitchel sambil berlari ke arah ketua teamnya yang berada di pinggir lapangan. Daniel tersenyum melihat pemain teamnya ada di sana. "Whats up?" Tanya Mitchell yang penasaran karena tadi tiba-tiba saja dia di telepon oleh Daniel untuk segera datang ke lapangan karena ada hal penting. "Kau mau bermain lagi di team inti?" Tanya Daniel. "Tentu!" Jawab Mitchell bersemangat. "Bagus!" Daniel lalu dengan seketika menyerang syaraf Mitchell sehingga pria itu terjatuh ke rumput pingsan. Daniel tersenyum melihat Mitchell yang sudah tidak berdaya. "Sorry about that, Mitchell." Kemudian handphonenya berbunyi. Nama Percival terlihat di layarnya. Daniel lalu mengangkatnya. "Hallo, kid." "Kau ini di mana sih? Kita harus segera menjalankan rencana!" "Baikl

